Just another WordPress.com site

Kami bergerak dalam penjualan bandeng tanpa duri (BANTARI) dengan harga terjangkau untuk daerah Semarang dan sekitarnya

Bandeng ini langsung didatangkan dari kota Juwana yang merupakan tempat kami dilahirkan. Kami hanya melayani pembelian atau pemesanan dalam bentuk beku (frozen). Sehingga Anda bisa mengolahnya sesuai dengan seleranya.

Kami menyediakan :

  • Otak-otak Bandeng Tanpa Duri
  • Bandeng Tanpa Duri Crispi
  • Bakso Bandeng
  • Bandeng Tanpa Duri (polos)
  • Terasi Juwana

Kami berada di Jalan Bukit Melati V  Perumahan Sendang Mulyo Semarang

Untuk informasi : 024-70129174 dan 024-70585369

Harga BANTARI per April 2012

Menyediakan juga Bandeng Presto Beku (frozen)

Kami siap melayani pemesanan dan harga diatas tidak termasuk biaya pengiriman dan pengepakan (dos sterofoam) untuk pengiriman luar kota Semarang

Terima kasih bersedia untuk membaca brosur ini

Harga BANTARI bandeng tanpa duri mengalami penyesuaian per April 2012

bisa dilihat di http://bandengrizta.blogspot.com/2012/04/harga-bantari-bandeng-tanpa-duri.html

Otak-Otak Bandeng adalah bandeng isi yang tanpa duri (bukan presto) terbuat dari bandeng segar pilihan dan bumbu rempah-rempah alami. Diolah dengan cara Tradisional tanpa menggunakan mesin. Karena tanpa duri, Otak Otak BAndeng ini cocok untuk di konsumsi siapa saja. Baik Lansia maupun Balita.

Otak otak Bandeng dapat dibeli di Rizta Bandeng Tanpa Duri
Jalan Bukit Melati Perumnas Sendang Mulyo Semarang
Telpon 024-70129174 dan 024-70585369 (bisa pesan lewat sms)
Melayani untuk daerah Semarang dan Sekitarnya

Otak-otak bandeng merupakan jenis \r\nmakanan yang sudah cukup dikenal. Membuat otak-otak bandeng ternyata juga tidak \r\nbegitu rumit, kalau Anda tahu triknya. Rasanya yang gurih dan agak sedikit pedas \r\nbanyak dicari orang. Untuk membuat otak-otak bandeng yang enak dan lezat, \r\nperhatikan langkah-langkah berikut. Dijamin Anda bisa langsung \r\nmempraktikannya!

Bahan:

- Bandeng 1 \r\n ekor
– Telur ayam 1 butir
– Bawang Putih 3 siung
– bawang merah 7 \r\n siung
– cabe merah 6 buah
– kemiri 4 butir
– merica secukupnya
– \r\n ketumbar secukupnya
– jintan secukupnya
– garam secukupnya
– gula \r\n merah secukupnya
– air asam secukupnya
– serai 1 lembar
– daun jeruk \r\n 2 lembar
– lengkuas 1 ruas jari
– kunyit 1 ruas jari
– santan \r\n secukupnya

\r\n

Cara membuat:
1. Belah bandeng di \r\nbagian perut
2. Keluarkan isi perut ikan
3. Pukul-pukul bandeng hingga \r\ndaging lunak
4. Keluarkan duri dan daging ikan.
5. Pisahkan daging dari \r\nduri dengan bantuan penyaring santan dan uleg-kan.
6. Haluskan semua bumbu \r\nkecuali lengkuas, serai dan daun jeruk.
7. Tumis semua bumbu hingga harum dan \r\nmatang.
8. Tambahkan santan kental
9. Campur daging ikan, bumbu dan telur, \r\naduk rata
10. Isi bandengn dengan daging ikan yang sudah bercampur dnegan \r\nbumbu dan telur tadi.
11. Jahit bagian tubuh ikan yang terbuka.
12. \r\nTusuk-tusuk ikan bandeng dengan jarum atau lidi.
13. Kukus bandengn hingga \r\nmatang, angkat dan dinginkan.
14. Celupkan otak-otak bandengn ke dalam telur \r\nkocok
15. Goreng otak-otak bandeng hingga kuning kecokelatan dan \r\nmatang.

Resep disalin dari Tabloid KOKI, edisi Mei \r\n2004

Bandeng, ikan satu ini pernah bikin frustrasi juga. Dimana ada bandeng, daku pasti gak mau makan tuh ikan. Alergi sama durinya. Temen sebelah ada yg sampai mengalami peristiwa memalukan, dioperasi gara-gara nelan duri bandeng.. hik.hik.. memalukan. Sejak dulu paling-paling terpaksa memakan kalau udah di presto. Tapi ya itu, rasa bandeng presto berubah drastis dibandingkan bandeng yg langsung digoreng. Menurutku bandeng presto kurang sedap deh.

Akhirnya ada masa jg aku harus menerapkan kesaktianku… hehehe. Ikutan jg ngembangin teknik memasak demi catering. Dari salah satu teknik ada teknik pengolahan bandeng dengan cara menarik durinya (eit.. hati-hati salah ejaan Menarikdurinya bukan meni durinya) . Wah, edan benar, rasa bandeng tanpa duri emang sedap coii.

Cara menghilangkan duri bandeng adalah demikian :

Alat dan Bahan

  1. Lap / serbet dua buah
  2. Penset pencabut bulu… kethek.. ih… hiiii
  3. Pisau yg tajam

Teknik mencabut duri.

  • Hilangkan dulu sisik bandeng, karena kalau duri udah ilang, malah susah membersihkan sisiknya. Kecuali jika memang bangsa kucing, silahkan digoreng ama sisik.
  • Buat tirisan di punggung bandeng, tp jangan sampai ke dalam nanti malah ada beberapa duri yg terpotong. Cukup disayat punggung dengan arah Sayatan dari Ekor ke kepala.
  • Sayat dikit di ekornya agak ke dalam, mengikuti arah duri. Yang penting duri di ekor udah kelihatan dan bisa dijadikan pegangan.
  • Sekarang Pegang Ekor dan kepalanya. Tarik perlahan-lahan ke arah ekor. Ini Penting… KE ARAH EKOR dengan tarikan kuat dan perlahan-lahan. Kalau kurang kuat, kepala bisa agak ditekuk sehingga berbunyi “KREKKK”.
  • Setelah berbunyi, duri akan dengan sendirinya tercabut “hampir” seluruhnya.
  • Sayatan punggung tadi bisa diteruskan lebih ke dalam hingga bandeng terbelah.
  • Bersihkan kotoran bandeng
  • Gunakan penset untuk menghabisi duri-duri halus yg masih tersisa. Sebenarnya sih kalau digoreng duri-duri tersebut udah akan hancur sendiri, tp emang lebih memanjakan mulut kalau betul-betul bersih. Ada sekitar 16 pasang duri halus yg tersisa.


Kesalahan-Kesalahan Pengolahan Bandeng

  • Menyayat dari perut utk menghilangkan kotoran.  Teknik ini akan sering menyebabkan pecahnya empedu di perut ikan, sehingga daging yg tercemar empedu jadi pahit.
  • Memukul-mukul bandeng terlebih dahulu agar duri lunak. Jika teknik ini dipakai, duri bandeng tidak bisa ditarik lagi. Lagipula makin banyak duri yg patah, makin menyusahkan  penemuannya.. hehehe..

Saat pertama teknik ini kuterapin, dibutuhkan waktu 1/2 jam utk satu ekor bandeng. Namun karena tenaga dalam udah makin tinggi, hanya 10 menit utk waktu sekarang.

Selamat menikmati bandeng tanpa duri…
Nyammi…

dikopas dari :

http://ariadrianto.wordpress.com

Daging bandeng sangat lezat. Namun, saat disantap jadi merepotkan karena durinya. Selama ini, untuk menikmati bandeng tanpa terganggu duri dengan cara dipresto. Kini ada produk bandeng tanpa duri dan tanpa dipresto. Untuk menghilangkan duri bandeng yang begitu banyak dan terpencar letaknya, ternyata cara satu-satunya adalah dicabuti satu per satu.

Produk ini memiliki prospek yang bagus. Pesanan terus mengalir untuk menyuplai supermarket di Jakarta dan sekitarnya bahkan diekspor ke Amerika Serikat. Bandeng tanpa duri yang pertama kali di Semarang bahkan mungkin di Indonesia.

Produk semacam ini sudah sangat terkenal di luar negeri utamanya Eropa dan Amerika serikat. Kebanyakan negara tersebut mengimpor dari Philipina dan Thailand. Salah seorang pelopor usaha ini adalah Mulyono yang berasal dari semarang Jawa Tengah. Beliau mengawali bisnisnya berdasarkan info dari saudaranya yang tinggal di luar negeri.

Pengolahan bandeng tanpa duri merupakan salah satu proses pengolahan diversifikasi produk perikanan, terutama produk perikanan dari bahan baku ikan bandeng. Adapun cara Pengolahannya cukup sederhana.

Jika bandeng mempunyai cita rasa yang spesifik dan banyak digemari oleh masyarakat banyak namun dibalik prospek tersebut ikan bandeng mempunyai kelemahan yaitu terdapatnya duri-duri yang banyak yang tersebar diseluruh bagian daging.

Untuk mengantisipasi dari kendala-kendala diatas maka proses pengolahan bandeng tanpa duri merupakan altematif yang sangat tepat. Berikut cara pengolahan bandeng tanpa duri :

I. Bahan
Ikan bandeng segar
Air, Es
Kantong Plastik
Talenan
Pisau
Pinset
Bak pencucian
Alat pembuang sisik
Wadah plastik
Timbangan

II. Cara Pengolahan

A. Pembuangan Sisik
· Apabila pengolahan Bandeng tanpa duri ini untuk kepertingan pengolahan lanjutan yang masih memerlukan adanya sisik, maka pembuangan sisik tidak dilakukan.

· Apabila dalam pengolahan lanjutan tidak diperlukan adanya sisik maka cara pembuangan sisik dengan dikerok dari pangkal ekomya menuju ke bagian kepala dengan alat pisau atau pembuang sisik (khusus).

B. Pembelahan (Fillet)

Teknik pembelahan dengan cara menyayat bagian punggung ikan dengan menggunakan alat pisau. Penyayatan dimulai dari bagian ekor sampai dengan membelah kepala dan selanjutnya pembuangan isi perut
serta insang.

C. Pencucian

Ikan yang telah difillet dicuci bersih dengan menggunakan air bersih untuk menghilangkan sisa darah, lemak maupun kotoran yang masih menempel.

D. Pembuangan Duri
· Buang tulang punggung dengan menggunakan pisau dari bagian ekor
hingga bagian kepala.

· Cabut tulang-tulang dari permukaan dinding perut, pada bagian
perut terdapat 16 pasang tulang besar.

· Buat irisan memanjang pada guratan daging punggung bagian
tengah dan bagian perut dengan menggunakan ujung pisau. Irisan dilakukan dengan hati-hati agar duri-duri tidak terputus,selanjutnya pencabutan duri dilakukan dengan cara memasukkan ujung pinset pada bagian irisan tersebut, kemudian dilakukan pencabutan satu persatu,pada bagian punggung terdapat 42 pasang duri bercabang yang berada di dalam daging dekat kulit luar. Sepanjang lateral line terdapat 12 pasang duri cabang, sedangkan di bagian perut terdapat 12 pasang duri.

· Rendemen ikan bandeng yang telah dibuang durinya sebesar 70-80%.

III. Pengemasan

Agar mempunyai daya awet yang lebih lama maka ikan bandeng segera mungkin didinginkan dengan menyimpan ke dalam wadah dan diberi es. Untuk menjaga agar ikan tidak berkontak langsung dengan es maka ikan dimasukkan ke dalam kantong plastik yang ditutup dengan sealer.

Sebagian Tulisan diatas diambil dari : Kegiatan Peningkatan Sistem Jaringan Usaha dan Investasi dan Gelar Produk Hasil Perikanan Jawa Tengah Hak Cipta 2003, Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.